RUMAH SAINS ILMA

Jalan TPU Parakan No. 148
Pamulang - Tangerang Selatan
Banten
Telp. 021-32042545


- akan tiba saatnya berpikir ilmiah menjadi budaya bangsa ini

Petuah Minggu Ini :

"Obat penawar terbaik dari segala jenis kegagalan adalah : coba lagi"

- tak ingat, siapa yang pertama kali menyampaikan petuah ini
Tampilkan postingan dengan label Eksperimen Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eksperimen Sains. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Februari 2010

Eksperimen Bola Kertas

Hari Jumat 12 Februari 2010 yang lalu saya membuat percobaan sederhana sebagai berikut

1 Sediakan sebuah botol plastik bekas. Buat lubang di dindingnya, kira-kira 2 cm dari bawah.
2. Remas potongan kertas sehingga membentuk bola
3. Pegang botol secara mendatar, posisi lubang yang tadi dibuat ada di sisi bawah
4. Letakkan bola kertas di leher botol
5. Tutup mulut botol dengan mulut Anda dan tiup.

Apa yang akan terjadi pada bola kertas? Sila mencoba bersama anak Anda dan mintakan pendapatnya mengapa hasilnya seperti itu.


Ayo, Main Sains!

Rabu, 17 Juni 2009

Botol Bocor

SEBELUM BERAKSI

Siapkan botol plastik bekas obat kumur. Buatlah 2 lubang pada dindingnya. Lubang pertama sekitar 1 sentimeter dari bawah. Ukurannya sebesar paku. Kaubisa minta tolong orang dewasa untuk membuat lubang ini dengan menggunakan paku yang dipanaskan. Lubang kedua seukuran jarum. Berada sekitar 2 sentimeter dari atas.
Masukkan botol ke dalam ember atau bak berisi air. Selagi botol berada di dalam air, pasang tutupnya. Keluarkan botol dari ember atau bak. Air akan keluar dari lubang besar di bawah. Tetapi jika lubang kecil kaututup dengan jarimu, air berhenti mengalir.

SAAT BERAKSI

Kau sudah tahu rahasianya. Jadi, datangi temanmu sambil membawa botol yang sudah kaupersiapkan. Ingat, jarimu harus menutupi lubang kecil. Katakan padanya, kaupunya botol ajaib. Tunjukkan botol itu mempunyai lubang di dindingnya, tapi ajaib air tidak keluar dari lubang itu.
Minta temanmu untuk memegang botol itu. Apa yang terjadi? Karena temanmu tidak menutup lubang kecil di bagian atas, maka air mengucur.

LHO, KOK BISA?

Air tidak bisa keluar karena di tahan oleh udara di luar botol. Kita tahu udara ada di mana-mana dan menekan ke segala arah dengan tekanan yang besar. Ketika lubang botol di sebelah atas terbuka, maka ada udara yang menekan melalui lubang ini dan membuat air memperoleh bantuan untuk mengalir keluar melalui lubang besar di dinding botol sebelah bawah.

Catatan :

Ini bagian dari buku baru saya yang judul sementaranya "Lho, Kok Bisa?

Jumat, 27 Maret 2009

Genie In The Bottle

Genie in the bottle adalah salah satu pertunjukan sains klasik. Walau memang agak tidak mudah mendapatkan bahan-bahannya

1. Cari bekas yang sudah tak terpakai, rusak, lalu ambil bubuk yang ada di dalamnya
2. Siapkan botol plastik bekas minuman ringan ukuran 1,5 atau 2 liter. Ukuran 600 ml juga tidak mengapa. Berdirikan di permukaan yang rata di luar ruangan
3. Masukkan sekitar 50 ml cairan Hidrogen peroksida (H2O2) ke botol
4. Masukkan bubuk baterai ke botol

Apa yang terjadi?
Tidak lama muncul asap yang membumbung keluar botol, seperti sosok jin di dongeng-dongeng. Di sertai panas yang tinggi, ditandai dengan melelehnya botol

Mengapa bisa begitu?
Bubuk baterai adalah mangaan dioksida (MnO2). Zat ini menjadi katalisator bagi reaksi pelepasan oksigen dari hidrogen peroksida, dengan reaksi seperti ini

2 H2O2 ------ H2O + O2 + panas. Gabungan oksigen dan uap air inilah yang tampak sebagai asap yang keluar dari botol

Saksikan tayangannya di Trans TV hari Minggu, 29 Maret 2009 Jam 7.30-8.00 pada program cerita anak

Minggu, 22 Maret 2009

Membakar Gula

1. Letakkan gula bata di atas tatakan logam
2. Cobalah untuk membakarnya. Tak berhasil. Gula hanya meleleh
3. Bakarlah kertas sehingga didapatkan abu yang halus
4. Gosokkan abu di permukaan gula bata, terutama di bagian sudutnya
5. Cobalah untuk membakarnya kembali


APA YANG TERJADI?
Gula bata sekarang berhasil terbakar

MENGAPA?
Gula tidak terbakar jika didekatkan ke api, hanya akan meleleh. Jika kita menggosokkan api ke permukaan gula, barulah gula bisa terbakar oleh api dan menghasilkan nyala berwarna biru. Abu bekerja sebagai katalisator atau pemicu, dan tidak ikut terbakar. Di dalam kimia katalisator adalah bahan yang membantu bahan lain untuk bereaksi, semantara ia sendiri tidak ikut bereaksi. Contoh lain katalisator dalam kehidupan sehari-hari adalah enzim yang mengubah singkong rebus menjadi tape.

Percobaan ini bersama 54 percobaan lainnya dapat dijumpai pada buku terbaru saya yang berjudul "Eksperimen keren dengan bahan di supermarket" yang baru saja diluncurkan beberapa hari lalu. Di dalamnya terdapat juga eksperimen SEMBURAN NAGA yang ditampilkan oleh Profesor Lebay pada tayangan Cerita Anak, TransTV Minggu, 15 Maret 2009 kemarin.



salam, muzi
terima kasih buat sokongan teman-teman saya. buku saya terdahulu hampir habis terjual (tinggal beberapa eksemplar saja), dan sekarang sedang persiapan cetak ulang. mudah2an Indonesia semakin "sains"

Minggu, 15 Maret 2009

Semburan Api Naga

Minggu pagi tadi 15 Maret 2009 adalah penampilan ke 5 dari Profesor Lebay di Cerita Anak TransTV. Sebelumnya saya ngga puas dengan performa si Profesor. Tapi hari ini, lain. Profesor Lebay tampil sangat menawan. Ia memeragakan eksperimen sains semburan api naga, yang sangat mudah tapi spektakuler.

Prinsip percobaan ini adalah menyemburkan bubuk tapioka (atau bubuk organik lain) ke udara yang berada di dekat sumber panas. Akibatnya, butiran-butiran kecil tapioka yang merupakan makanan lezat bagi proses pembakaran bertemu dengan oksigen dan api, dalam satu ketika. Jadinya adalah kobaran api yang dahsyat.

Sebetulnya bukan soal eksperimen itu semata yang membuat Profesor Lebay tampak memesona, melainkan juga pembawaannya yang lebih mengalir, lancar, rileks, dan tentu saja tetap lebay. Kehadiran Tante Jayus yang belum ada di episode sebelumnya juga memperkuat tayangan ini.

Saya tak tahu soal bagaimana rating, bagaimana pula share dari acara ini. Mungkin saja tetap kecil seperti yang lalu-lalu, walau saya sungguh berharap tidak. Sebab, jika rating dan sharenya tiarap, maka tinggal tunggu waktu saja acara ini berhenti tayang. Lalu, semakin berkuranglah tayangan yang ramah keluarga, bernilai edukasi di layar kaca kita.

Ya, ya kita memang masih layak untuk menaruh rasa optimisme. Karena masih ada sejumlah anak muda di stasiun-stasiun televisi itu yang terus mengasah kreativitas untuk menghasilkan tayangan-tayangan yang mendidik, dan juga menghibur serta disukai. Sedikit, saya mengetahui kegundahan mereka. Akan tetapi, mudah-mudahanlah itu merupakan kegundahan yang menguatkan.

Semoga, perjuangan anak-anak muda itu, didukung semua sumber daya yang peduli kepada tayangan televisi yang sehat, berhasil membawa masyarakat kita kepada sebuah tingkatan yang lebih baik. Semakin dekat kepada kemuliaan.

Senin, 09 Maret 2009

Cairan Sensi

Eksperimen cairan sensi ditayangkan di Program Cerita Anak yang ditayangkan pada tanggal 1 Maret 2009. Videonya dapat ditonton di sini : http://www.transanak.co.id/id/nontonyuk.php?id=481

Pada tayangan itu Profesor Lebay memeragakan sebuah cairan biru yang berubah menjadi kuning setelah diledeki habis-habisan. Apakah cairan itu memang benar-benar punya perasaan sehingga berubah warna setelah diledeki? Tentu saja tidak.

Cairan sensi itu berisikan larutan indikator Bromothymolblue (BTB) di dalam larutan yang sedikit basa. Dalam kondisi ini, warnanya biru. Selama diledeki, gas karbondioksida dari nafas yang dihembuskan bereaksi dengan air dan membentuk asam karbonat (H2CO3). Kehadiran asam ini membuat kondisi larutan menjadi sedikit asam dan BTB berubah menjadi kuning.

BTB dapat dibeli di toko-toko kimia yang besar, atau kalau mau lebih mudah klik saja : http://sciencesupershop.com/index.php?main_page=product_info&cPath=68&products_id=188.

Jangan lupa tonton terus cerita anak ya. Pada episode tanggal 15 Maret Profesor Lebay akan membuat semburan naga yang dahsyat.

Senin, 02 Maret 2009

- dan Begitulah Hidup....Gasing Yang Berputar

Gasing sederhana dapat dibuat dengan mudah. Guntinglah karton sehingga membentuk lingkaran, kira-kira berdiameter 2 senti. Lubangi bagian tengahnya dan selipkan potongan tusuk gigi. Selesai.

Putarlah, maka gasing berputar dengan bertumpu pada ujung tusuk gigi. Gesekan antara ujung gasing dengan permukaan lantai atau meja akan memperlambat putaran. Sampai akhirnya gasing dan gravitasi membuatnya rebah.

Benda yang berputar akan mendapatkan gaya keluar yang melawan gaya gravitasi. Namanya gaya sentrifugal. Gaya inilah yang membuat bulan tetap pada garis edarnya dan tak terjerembab ke Bumi.

Begitu pula hidup. Jika Anda dan saya membiarkan gesekan hidup memperlambat putaran maka kita akan berhenti suatu saat nanti. Roboh. Maka bergeraklah terus. Berusahalah terus. Semakin besar gesekan berupa kesulitan-kesulitan, semakin cepat pula kita bergerak. Semakin gencar pikiran dan perasaan negatif yang membuat Anda ingin berhenti, semakin gencar pula Anda menimpalinya dengan rasa berdaya, optimisme, keyakinan, dan doa.

Jumat, 27 Februari 2009

Menyesal Juga Saya

Menyesal juga saya tak cukup meluangkan waktu untuk membaca buku-buku sains yang beredar di Indonesia, khususnya yang terjemahan. Ternyata setelah saya baca-baca beberapa buku itu, saya menjumpai sejumlah kesalahan yang mengganggu, mendasar dan boleh jadi membingungkan. Boleh jadi kesalahan itu merupakan kesalahan terjemahan, boleh jadi juga memang sudah dari aslinya salah.

Satu kesalahan yang baru saja saya temukan sore ini terdapat pada buku 3 Menit Belajar Pengetahuan Umum Seri Iklim, Uji Coba, Fakta Unik terbitan BIP tahun 2006 (terjemahan dari Korea). Pada halaman 87 dicantumkan eksperimen sains menulis pesan rahasia. Saya kutipkan :

"Tulislah sesuatu dengan cuka atau air lemon di kertas, lalu keringkan. Jika kertas tersebut dipanaskan dengan lampu alkohol, tulisannya perlahan-lahan akan kelihatan. Fenomena ini terjadi karena asam sitrat di dalam cuka dan lemon...."

Ini sangatlah mendasar. Asam pada cuka bukanlah asam sitrat, melainkan asam asetat (acetic acid).

Lalu yang amat sering terjadi (tapi tidaklah separah kesalahan yang saya paparkan terdahulu) adalah hasil terjemahan yang membingungkan. Tak mudah dipahami.

Saya kutipkan dari buku yang sama, halaman 61 (tentang eksperimen mengangkat es dengan benang)

"...Semakin banyak garam yang ditaburkan di atasnya, proses ini menjadi makin cepat. Tetapi bila garam yang ditaburkan hanya sedikit, es akan mencair, namun kekentalan garam menjadi tipis sehingga titik beku kembali naik dan menjadi es kembali. Saat itu, benang juga ikut membeku"

Bisakah ini dimengerti? Bagi saya, tidak.

Ini sedikit contoh saja. Pada buku yang sama, saya masih menemukan beberapa kerancuan dan juga kesalahan ilmiah. Mudah-mudahan para penerbit lebih berhati-hati lagi di dalam menerbitkan buku-buku sains terjemahan ini

Kamis, 26 Februari 2009

Cairan Sensi dan Telapak Tangan Super

Ada 2 keajaiban sebentar lagi. Yang satu tentang sejenis cairan yang memberikan respons ketika diledek. Yang satunya lagi tentang telapak tangan super yang dapat memecah balon hanya dengan menyentuhnya. Mistik atau sihir? Tentu saja tidak. Ini sains.
Ajak anak-anak dan para siswa untuk menyaksikan tayangannya dan menemukannya jawabannya di Cerita Anak Trans TV, minggu 1 Maret 2009 atau 8 Maret 2009 pukul 7.30-8.00. Ayo dukung program televisi yang bernilai edukasi dengan menjadi pemirsa setianya, mengritisinya supaya menjadi lebih baik.

Khusus telapak tangan super. Bagi teman-teman yang sudah pernah ikut workshop sains saya tentu senyum-senyum saja.

Kedua eksperimen ini akan saya postingkan terpisah

Profesor Lebay

Beberapa waktu yang lalu saya diminta untuk secara rutin memberikan ide percobaan sains untuk segmen baru pada program Cerita Anak yang biasa ditayangkan Trans TV setiap minggu, pukul 7.30-8.00 pagi. Tujuannya agar tayangan yang sudah edukatif itu menjadi lebih menarik dan lebih edukatif lagi. Pada segmen ini akan tampil sesosok "ilmuwan" yang berjulukan Profesor Lebay.

Syuting pertama untuk 2 episode berlangsung tanggal 10 Februari 2009 berlokasi di Rumah Sains Ilma, Pamulang. Anak-anak yang tampil sebagai kawan Profesor adalah anak-anak dari dusun di sekitar Rumah Sains Ilma yang sama sekali tak akrab dengan kamera. Tentu saja, kenyataan ini membuat pengambilan gambar berlangsung tidak gampang. Akhirnya, hasilnyapun harus diakui tidak maksimal.

Episode pertama menampilkan eksperimen tentang kelembaman (inersia). Eksperimen ini akan saya postingkan terpisah. Episode kedua menampilkan eksperimen tentang konduktor-isolator listrik.

Saya tidak tahu apakah segmen ini akan mendapatkan respons yang baik. Semoga saja.

Senin, 19 Januari 2009

Penundaan Yang (mudah-mudahan) Menggairahkan

Saya akan mulai dengan permintaan maaf kepada semua teman, kolega, kenalan baru yang sudah memesan buku "Eksperimen Keren dengan Bahan di Supermarket". Penerbitan buku ini tertunda beberapa waktu. Awalnya dikarenakan harga kertas yang tak menentu, akibat krisis global tempo hari. Tetapi kemudian, ada sebab penundaan baru, yaitu keterpesonaan saya pada beberapa temuan baru.

Sembari mempersiapkan buku ini, saya tetap secara berkala mengunjungi supermarket untuk mengeksplorasi ide-ide baru. Selain itu juga tetap melakukan eksperimen-eksperimen di laboratorium kecil saya di rumah, dan tentu saja berselancar di internet.

Hasilnya saya mendapatkan cukup banyak hasil percobaan baru yang membuat saya tergoda untuk sedikit banyak merombak buku. Eksperimen (yang bagi saya) baru itu, rasanya sayang untuk tidak disertakan di buku ini. Di antaranya eksperimen membuat semburan api yang relatif aman dengan hanya menggunakan bahan-bahan yang super mudah. Lalu saya menemukan permen yang diberi zat pewarna makanan yang cukup jarang digunakan. Zat ini bisa berubah-ubah warnanya. Masih ada beberapa lagi yang mencengangkan.

Mudah-mudahan penundaan ini akan menghasilkan karya yang lebih baik. Untuk Anda semua yang telah mengambil peran aktif di dalam membudayakan sains di negeri ini.

Semua yang telah mengonfirmasikan pesanan sudah tercatat untuk mendapatkan diskon 50 % dan hadiah berupa rattle magnet seperti yang sudah dikabarkan sebelumnya.

Kamis, 27 November 2008

Tak Semua Keju

Tak semua keju terdiri dari 100 % susu yang difermentasi. Terkadang, mungkin untuk alasan ekonomi, dicampurkan sedikit tepung. Bagaimana mengetahuinya? Mudah saja.

Siapkan sampel keju yang akan diuji. Teteskan dengan beberapa tetes obat luka yang mengandung povidone iodine (Betadine). Jika terjadi perubahan warna menjadi biru tua, maka ada campuran tepung (zat pati) pada keju. Iodium (atau yang benar yodium?), di sekolah suka dikenal dengan nama lugol, membentuk senyawa kompleks dengan zat pati. Senyawa kompleks itu berwarna biru tua.

Tapi ini tidak berarti produsen keju melakukan penipuan, ya? Karena mereka mencantumkan kok keberadaan tepung pada kemasan produk mereka.

Minggu, 16 November 2008

Susu Kimia

Kalau sedang berbelanja ke supermarket, sempatkanlah ke bagian perawatan rumah dan dapatkan produk dengan merk SERAPAIR. Fungsinya untuk menyerap uap air yang bergentayangan di udara. Sesudah itu belilah soda kue di bagian bahan kue dan roti.

Di rumah, siapkan 2 gelas plastik bekas. Isi masing-masing dengan air sampai setengahnya. Tambahkan 1 sendok teh SERAPAIR ke gelas pertama dan aduk hingga larut. Tambahkan 1 sendok teh soda kue ke gelas kedua, aduk hingga larut. Kedua larutan ini merupakan larutan yang transparan (tembus cahaya). Campurkan keduanya. Hasilnya, cairan keruh mirip susu.

SERAPAIR terbuat dari bahan kimia Kalsium Klorida. Dengan Soda Kue (Natrium hidrogen karbonat atau Natrium bikarbonat) kalsium klorida bereaksi menghasilkan Kalsium karbonat (zat kapur) yang berwarna putih dan tidak larut air. Kalsium klorida dan Soda kue adalah bahan kimia yang aman.

Eksperimen ini, beserta puluhan eksperimen keren lainnya dapat dijumpai pada buku saya yang akan terbit pada pertengahan Januari 2009, dengan judul EKSPERIMEN KEREN DI SUPERMARKET. Isinya adalah eksperimen sains dengan menggunakan bahan-bahan yang dapat diperoleh di supermarket.

Teman-teman yang berminat silahkan pesan dari sekarang, dengan mengirim email ke salah satu alamat berikut :
bang_muzi@yahoo.com.au
kakmuzi@gmail.com
eva.nurnisya@gmail.com

Diskon 50 % untuk 500 pembeli pertama, ditambah lagi hadiah berupa rattle magnet selama persediaan masih ada. Jangan sampai terlambat seperti yang dialami banyak teman yang tidak mendapatkan diskon khusus untuk buku seri 50 percobaan sains dengan bahan sehari-hari.

Jumat, 14 November 2008

Pewarna Tahu

Setiap kali Anda membeli tahu berwarna kuning, yakinkah Anda bahwa warna kuning itu berasal dari kunyit? Bagaimana cara mengujinya? Sangat sederhana.

Siapkan sampel berupa sepotong kecil tahu. Buat larutan deterjen. Tidak ada takaran yang khusus. Sebagai panduan, Anda bisa melarutkan 1 sendok teh deterjen dalam 1/2 gelas air. Tak perlu sampai larut semua. Teteskan larutan deterjen ini ke permukaan tahu yang berwarna kuning. Jika warnanya berubah menjadi merah bata, maka warna kuning itu berasal dari kunyit. Jika tak berubah, maka bukan kunyit yang dipakai sebagai pewarna. Berhati-hati!

Warna kuning pada kunyit disebabkan oleh senyawa kimia yang bernama kurkumin. Kurkumin adalah senyawa indikator. Di dalam larutan netral dan asam, kurkumin berwarna kuning. Sedangkan di dalam larutan basa kurkumin berwarna merah bata.


Menarik juga untuk dijadikan proyek sains anak-anak.

Kamis, 13 November 2008

Kembang Teleng

Di pekarangan rumahku tumbuh sejenis pohon merambat yang tak cantik. Berantakan. Bunganya berwarna biru tua. Indah dan selalu muncul setiap hari. Orang mengenalnya dengan banyak nama. Di Jakarta dan sekitarnya ia disebut kembang atau bunga teleng (Clitoria ternatea). Di dalam Bahasa Inggris disebut Butterfly Pea. Masyarakat betawi sudah lama menggunakannya untuk membuat mata bayi menjadi jernih. Aku tak tahu bagaimana kebiasaan itu bermula. Barangkali saja dulu orang betawi berharap mata bayi mereka berwarna biru seperti mata orang Belanda, sehingga ditetesi dengan cairan bunga teleng yang berwarna biru.

Warna biru itu berasal dari senyawa kimia yang disebut dengan antosianin, yang memang baik untuk mata. Senyawa ini terdapat pula di berbagai jenis buah (di antaranya blueberry), bunga (contohnya kembang sepatu) dan juga sayur (kol ungu dan lain-lain).

Sebentar saja kembang teleng direndam di dalam air panas, maka antosianin yang berwarna biru itu akan larut di dalam air. Cairan biru ini adalah cairan ajaib. Jika dicampur dengan cuka, air perasan jeruk nipis, atau asam lainnya ia akan berubah menjadi merah. Jika dicampur dengan larutan deterjen atau larutan soda kue ian akan berubah menjadi hijau.

Di dalam kimia, zat seperti antosianin ini dikenal dengan nama indikator. Yaitu suatu zat yang dipergunakan untuk mengenali apakah suatu bahan tergolong asam atau basa.

Senin, 10 November 2008

Detektor Batu

Ada 3 jenis batuan yang dikenal : Batuan beku, Batuan Endapan dan Batuan Malihan. Contoh batuan endapan adalah batu gamping dan batu kapur. Keduanya mengandung zat kapur atau kalsium karbonat. Bagaimana cara yang mudah bagi anak-anak untuk mendeteksi batu yang mengandung zat kapur?

Sangat mudah. Rendam contoh batu di dalam cuka. Jika dihasilkan gelembung-gelembung gas, maka bisa dipastikan batu tersebut mengandung zat kapur. Zat kapur atau kalsium karbonat (CaCO3) bereaksi dengan segala jenis asam untuk menghasilkan gas karbondioksida (CO2). Inilah yang muncul sebagai gelembung gas.

Catatan tambahan : cuka bisa diganti dengan asam lain seperti air perasan jeruk nipis, belimbing wuluh dan asam jawa.

Kamis, 06 November 2008

Nyala Hijau

Nyala api berwarna jingga atau biru boleh jadi mudah dijumpai di keseharian kita. Akan tetapi nyala berwarna hijau agak sulit dijumpai. Berikut ini salah satu cara untuk menghasilkan nyala hijau.

Siapkan bekas tutup botol minuman ringan. Pastikan karetnya sudah dilepas. Tuang sekitar 1/4 sendok teh asam borat dan tambahkan alkohol sampai asam borat terendam. Nyalakan korek api dan bakar asam borat yang terendam alkohol. Tampak nyala api berwarna hijau.

Warna dari nyala api tergantung daripada mineral yang terbakar. Dasar inilah yang dipakai untuk menghasilkan kembang api berwarna-warni.

Kerang Bolong

Jika suatu waktu nanti Anda plesir ke pantai bersama anak-anak, jangan lupa membawa cuka. Kemudian cobalah eksperimen yang sangat mudah ini.

Cari dan kumpulkan beberapa cangkang kerang di sekitar pantai. Rendam di dalam gelas plastik berisi cuka. Tak lama akan muncul gelembung-gelembung, menandakan ada gas yang diproduksi. Setelah sekitar 1-2 jam cangkang kerang mulai bolong di beberapa bagian. Sembari menunggu Anda bisa mencari pasir besi.

Cangkang kerang tersusun oleh zat kapur (kalsium karbonat) yang bereaksi dengan segala jenis asam dan menghasilkan gas karbondioksida.

Selasa, 04 November 2008

Mencari Pasir Besi di Pantai Carita

Kami sekeluarga biasa melakukan kegiatan sains ke manapun pergi. Suatu ketika, sekitar 5 tahun lalu, kami mengunjungi pantai Carita. Sembari duduk di tepi pantai menikmati debur ombak dan keriangan anak-anak yang berlarian atau berenang, aku dan kedua anakkupun mulai asyik beraktivitas sains. Kami mulai menggerakkan tabung film yang di dalamnya sudah diberi magnet di permukaan pasir. Segera saja butiran pasir hitam berkilau menempel di dasar tabung. Pasir besi, tentu saja. Keasyikan kami ini tak lama kemudian mulai menarik perhatian anak-anak lain. Terjadilah percakapan begini
+ Apa itu? (menunjuk pasir hitam di dasar tabung)
* Pasir besi
+ Kenapa bisa menempel?
* Karena ditarik magnet yang ada di dalam tabung
+ Dapat banyak juga ya?

Beberapa anak kemudian meminjam "detektor pasir besi" dan mulai mengumpulkan pasir besi yang bersembunyi di antara pasir biasa

Medan Magnet 3 Dimensi

Letakkan magnet di meja, lalu letakkan kertas atau karton di atas magnet. Taburkan pasir besi dengan botol lada (botol dengan banyak lubang kecil pada tutupnya). Pasir besi akan membentuk pola garis-garis medan magnet. Bagaimana pula caranya untuk membuat garis medan magnet dalam bentuk 3 dimensi?

Siapkan botol bening, lalu masukkan baby oil atau minyak goreng. Kemudian masukkan sedikit pasir besi ke botol. Tutup rapat. Kocok botol dan selagi butiran pasir besi melayang dekatkan 2 magnet di dinding botol yang berlawanan. Pasir besi akan membentuk pola medan magnet 3 dimensi yang cantik.

Jika kesulitan mendapatkan magnet dan pasir besi, coba klik www.sciencesupershop.com