Saya akan mulai dengan permintaan maaf kepada semua teman, kolega, kenalan baru yang sudah memesan buku "Eksperimen Keren dengan Bahan di Supermarket". Penerbitan buku ini tertunda beberapa waktu. Awalnya dikarenakan harga kertas yang tak menentu, akibat krisis global tempo hari. Tetapi kemudian, ada sebab penundaan baru, yaitu keterpesonaan saya pada beberapa temuan baru.
Sembari mempersiapkan buku ini, saya tetap secara berkala mengunjungi supermarket untuk mengeksplorasi ide-ide baru. Selain itu juga tetap melakukan eksperimen-eksperimen di laboratorium kecil saya di rumah, dan tentu saja berselancar di internet.
Hasilnya saya mendapatkan cukup banyak hasil percobaan baru yang membuat saya tergoda untuk sedikit banyak merombak buku. Eksperimen (yang bagi saya) baru itu, rasanya sayang untuk tidak disertakan di buku ini. Di antaranya eksperimen membuat semburan api yang relatif aman dengan hanya menggunakan bahan-bahan yang super mudah. Lalu saya menemukan permen yang diberi zat pewarna makanan yang cukup jarang digunakan. Zat ini bisa berubah-ubah warnanya. Masih ada beberapa lagi yang mencengangkan.
Mudah-mudahan penundaan ini akan menghasilkan karya yang lebih baik. Untuk Anda semua yang telah mengambil peran aktif di dalam membudayakan sains di negeri ini.
Semua yang telah mengonfirmasikan pesanan sudah tercatat untuk mendapatkan diskon 50 % dan hadiah berupa rattle magnet seperti yang sudah dikabarkan sebelumnya.
RUMAH SAINS ILMA
Jalan TPU Parakan No. 148
Pamulang - Tangerang Selatan
Banten
Telp. 021-32042545
- akan tiba saatnya berpikir ilmiah menjadi budaya bangsa ini
Pamulang - Tangerang Selatan
Banten
Telp. 021-32042545
- akan tiba saatnya berpikir ilmiah menjadi budaya bangsa ini
Petuah Minggu Ini :
"Obat penawar terbaik dari segala jenis kegagalan adalah : coba lagi"
- tak ingat, siapa yang pertama kali menyampaikan petuah ini
- tak ingat, siapa yang pertama kali menyampaikan petuah ini
Senin, 19 Januari 2009
Senin, 12 Januari 2009
Tantangan Bagi Jiwa Muda
Hingga hari ini, ribuan anak bermain dan bersenang-senang dengan sains di banyak sekolah. Menjadi bibit yang tumbuh subur untuk kelak menjadi generasi Indonesia yang kreatif, inovatif dan inventif. Tapi, masih ada jutaan anak yang belum menikmati serunya sains. Cakrawala ilma, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pembelajaran sains yang menyenangkan dengan jangkauan terluas di Indonesia, bertekad untuk merangkul semua anak Indonesia dalam sebuah rumah sains yang hangat, inspiratif dan menyenangkan. Untuk mewujudkan tekad besar itu kami mencari sosok pribadi yang menyukai tantangan, imajinatif, menyenangi dunia anak, ceria dan tangguh.
1.Fasilitator Sains (Fisika, Kimia, Biologi – 5 orang)
Untuk posisi ini Anda harus berusia di bawah 28 tahun, sarjana MIPA atau jurusan IPA lainnya, mempunyai kapasitas yang besar untuk menyerap pengetahuan yang luas dan berkemampuan nalar yang kuat, serta pembelajar yang cepat dan akurat. Anda bertugas memfasilitasi anak-anak bermain sains, menyediakan alat dan bahan eksperimen, menemukan eksperimen-eksperimen baru dan memodifikasi eksperimen-eksperimen lama. Seringkali Anda harus bekerja dengan inisiatif sendiri, dan dengan tenggat yang ketat.
2.Sales and Marketing Executive (2 orang)
Untuk posisi ini Anda harus berusia di bawah 28 tahun, sarjana dari semua jurusan, mempunyai semangat besar untuk mencapai target yang tinggi, dapat dipercaya dan bertanggung jawab, serta mempunyai mobilitas yang tinggi. Tugas Anda adalah seperti anak panah yang melesat menancapkan manfaat ilma ke segala penjuru, membangun kerjasama mutualistis dengan sekolah, perusahaan swasta, lembaga, organisasi masyarakat dan konsumen umum. Anda haruslah perencana yang efektif dan efisien, sekaligus eksekutor yang cekatan dan luwes. Kecerdasan untuk berpikir lateral merupakan nilai tambah yang amat dipertimbangkan
Kirimkan segera CV Anda melalui e-mail ke eva.nurnisya@yahoo.com.sg
1.Fasilitator Sains (Fisika, Kimia, Biologi – 5 orang)
Untuk posisi ini Anda harus berusia di bawah 28 tahun, sarjana MIPA atau jurusan IPA lainnya, mempunyai kapasitas yang besar untuk menyerap pengetahuan yang luas dan berkemampuan nalar yang kuat, serta pembelajar yang cepat dan akurat. Anda bertugas memfasilitasi anak-anak bermain sains, menyediakan alat dan bahan eksperimen, menemukan eksperimen-eksperimen baru dan memodifikasi eksperimen-eksperimen lama. Seringkali Anda harus bekerja dengan inisiatif sendiri, dan dengan tenggat yang ketat.
2.Sales and Marketing Executive (2 orang)
Untuk posisi ini Anda harus berusia di bawah 28 tahun, sarjana dari semua jurusan, mempunyai semangat besar untuk mencapai target yang tinggi, dapat dipercaya dan bertanggung jawab, serta mempunyai mobilitas yang tinggi. Tugas Anda adalah seperti anak panah yang melesat menancapkan manfaat ilma ke segala penjuru, membangun kerjasama mutualistis dengan sekolah, perusahaan swasta, lembaga, organisasi masyarakat dan konsumen umum. Anda haruslah perencana yang efektif dan efisien, sekaligus eksekutor yang cekatan dan luwes. Kecerdasan untuk berpikir lateral merupakan nilai tambah yang amat dipertimbangkan
Kirimkan segera CV Anda melalui e-mail ke eva.nurnisya@yahoo.com.sg
Sabtu, 10 Januari 2009
Apakah Ada Logam Yang Terapung Di Air?
Umumnya kita mengira bahwa logam adalah unsur yang berat. Jadi, pastilah tenggelam di air. Kebanyakan logam memang begitu. Akan tetapi, ada 3 jenis logam yang terapung di air.
Yang pertama adalah Natrium. Massa jenis logam ini adalah 0,97 g/ml. Lebih kecil dari massa jenis air yang besarnya 1 g/ml.
Yang kedua adalah Kalium. Logam ini mempunyai massa jenis yang lebih kecil daripada Natrium, yaitu 0,87 g/ml. Ini berarti Kalium juga terapung di atas minyak goreng yang mempunyai massa jenis sekitar 0,92 g/ml.
Yang terakhir, yang memegang rekor sebagai logam paling ringan sejagad raya adalah Lithium. Logam ini mempunyai massa jenis 0,53 g/ml.
Pada tabel periodik unsur-unsur kimia, ketiga logam tersebut berada pada golongan IA. Logam yang berada pada golongan ini dikenal juga dengan sebutan logam alkali. Kesemua logam alkali sangat mudah bereaksi. Jadi, tidak mudah menemukan mereka dalam keadaan bebas.
Yang pertama adalah Natrium. Massa jenis logam ini adalah 0,97 g/ml. Lebih kecil dari massa jenis air yang besarnya 1 g/ml.
Yang kedua adalah Kalium. Logam ini mempunyai massa jenis yang lebih kecil daripada Natrium, yaitu 0,87 g/ml. Ini berarti Kalium juga terapung di atas minyak goreng yang mempunyai massa jenis sekitar 0,92 g/ml.
Yang terakhir, yang memegang rekor sebagai logam paling ringan sejagad raya adalah Lithium. Logam ini mempunyai massa jenis 0,53 g/ml.
Pada tabel periodik unsur-unsur kimia, ketiga logam tersebut berada pada golongan IA. Logam yang berada pada golongan ini dikenal juga dengan sebutan logam alkali. Kesemua logam alkali sangat mudah bereaksi. Jadi, tidak mudah menemukan mereka dalam keadaan bebas.
Rabu, 07 Januari 2009
Suatu Hari Nanti...
Suatu hari nanti saya ingin menulis buku percobaan sains lokal yang bahan-bahannya berasal dari sumber yang mudah diperoleh di masing-masing daerah. Di dalam buku itu disertakan pula kegiatan membuat mainan tradisional beserta penjelasan tentang prinsip sainsnya. Jadi, nantinya akan ada buku percobaan sains Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Tapanuli, Minang, dan bagian Sumatera lainnya, Banten, Jakarta, Sunda, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, seluruh Sulawesi, Bali, seluruh bagian Nusa Tenggara Barat dan Timur, seluruh bagian Maluku dan Maluku Utara, seluruh wilayah Papua. Semua bagian Indonesia.
Misalkan di Kepulauan Riau ada percobaan sains dengan menggunakan buah kemunting, di Jawa Tengah percobaan dengan menggunakan buah duwet (juwet) dan di Jakarta percobaan dengan menggunakan kembang teleng. Di gunung kidul anak-anak bisa bereksperimen sains dengan menggunakan batu kapur, misalkan. Sebagian bahan yang lain, tentulah masih berasal dari peradaban modern semisal gelas dan botol plastik. Akan tetapi, kekayaan dan kekhasan lokal tetap akan menjadi yang utama. Dengan begitu, percobaan sains benar-benar menjadi sebentuk sosok yang akrab. Percobaan sains akan dapat dinikmati dan dilakukan oleh seluruh anak Indonesia, karena bahannya mudah dan murah, dekat dengan keseharian anak-anak. Merekapun akan tetap mengenal dan bangga akan kekayaan lokal masing-masing daerah.
Kawan-kawan, Bapak dan Ibu guru, mohon sokongan. Bagi yang berminat dan bersemangat, mari bergabung untuk mengerjakan proyek ini. Tahap awal adalah percobaan sains untuk tingkat SD. Sila emailkan kesediaan Bapak dan Ibu. Mudah-mudahan ada Bapak atau Ibu Pejabat di Diknas yang berminat. Kalaupun tidak, tak mengapa. Jalan terus. Soal ditolak Diknas, saya udah pengalamanlah. Mungkin saya tidak bertemu orang yang tepat saja.
Misalkan di Kepulauan Riau ada percobaan sains dengan menggunakan buah kemunting, di Jawa Tengah percobaan dengan menggunakan buah duwet (juwet) dan di Jakarta percobaan dengan menggunakan kembang teleng. Di gunung kidul anak-anak bisa bereksperimen sains dengan menggunakan batu kapur, misalkan. Sebagian bahan yang lain, tentulah masih berasal dari peradaban modern semisal gelas dan botol plastik. Akan tetapi, kekayaan dan kekhasan lokal tetap akan menjadi yang utama. Dengan begitu, percobaan sains benar-benar menjadi sebentuk sosok yang akrab. Percobaan sains akan dapat dinikmati dan dilakukan oleh seluruh anak Indonesia, karena bahannya mudah dan murah, dekat dengan keseharian anak-anak. Merekapun akan tetap mengenal dan bangga akan kekayaan lokal masing-masing daerah.
Kawan-kawan, Bapak dan Ibu guru, mohon sokongan. Bagi yang berminat dan bersemangat, mari bergabung untuk mengerjakan proyek ini. Tahap awal adalah percobaan sains untuk tingkat SD. Sila emailkan kesediaan Bapak dan Ibu. Mudah-mudahan ada Bapak atau Ibu Pejabat di Diknas yang berminat. Kalaupun tidak, tak mengapa. Jalan terus. Soal ditolak Diknas, saya udah pengalamanlah. Mungkin saya tidak bertemu orang yang tepat saja.
Selasa, 23 Desember 2008
Apa benda tidak bisa jatuh di ruang hampa udara?
Minggu, 21 Desember 2008 saya menjadi juri lomba sains tingkat SMP di Pontianak. Ada banyak pelajaran yang dapat dipetik dan menjadi hikmah bagi masa-masa mendatang. Beberapa di antaranya akan saya sampaikan di blog ini.
Pertama yang hendak saya ceritakan adalah mengenai pertanyaan yang berkaitan tentang apa yang terjadi jika dua benda berbeda massa dilepaskan di ruang hampa udara. Satu kelompok peserta menjawab : benda tidak bisa jatuh di ruang hampa udara.
Hemat saya, ini adalah pertanyaan yang mudah. Tapi tak bisa dijawab dengan benar. Tampaknya peserta mengalami rancu tentang apa itu ruang hampa udara dengan ruang tanpa gravitasi.
Apakah ini merupakan sebuah cermin dari gagalnya kita menjelaskan konsep sains di kelas?
Pertama yang hendak saya ceritakan adalah mengenai pertanyaan yang berkaitan tentang apa yang terjadi jika dua benda berbeda massa dilepaskan di ruang hampa udara. Satu kelompok peserta menjawab : benda tidak bisa jatuh di ruang hampa udara.
Hemat saya, ini adalah pertanyaan yang mudah. Tapi tak bisa dijawab dengan benar. Tampaknya peserta mengalami rancu tentang apa itu ruang hampa udara dengan ruang tanpa gravitasi.
Apakah ini merupakan sebuah cermin dari gagalnya kita menjelaskan konsep sains di kelas?
Berpulangnya Sang Guru Mulia
Inna lillaahi wa inna ilaihi raji'uun
Sabtu malam 20 Desember 2008, saya mendapatkan SMS yang menghentak dan perih " Pak Tjandra berpulang sekitar pukul 18.30 dan dimakamkan malam itu juga. Tumor yang ganas itu tampaknya telah dipilihkan oleh Allah SWT sebagai jalan bagi datangnya maut bagi guru bersahaja dan mulia ini. Insya Allah, akhir yang baik buat Pak Tjandra.
Saya menyimpan rasa bersalah yang dalam, karena tak sempat mewujudkan niat untuk bertemu dengannya. Minggu subuh saya berangkat ke Pontianak untuk suatu acara kegiatan sains. Rencana saya sesudah itu saya akan menjenguk Pak Tjandra. Tetapi takdir menghendaki yang lain.
Baik, biarlah rasa bersalah itu saya tebus dengan terus melanjutkan apa yang beliau telah lakukan, bersama para guru di seluruh Indonesia. Sebuah Indonesia yang maju dan jaya, adalah imbalan yang pantas bagi perjuangan yang telah dilakukan oleh para guru semacam Pak Tjandra.
Beberapa teman sudah bersedia menuliskan biografi beliau. Semoga segera terbit dan menginspirasi banyak guru di seluruh penjuru.
Saya tak sanggup menuliskan apa-apa lagi . Selamat Jalan, Bapak....
Sabtu malam 20 Desember 2008, saya mendapatkan SMS yang menghentak dan perih " Pak Tjandra berpulang sekitar pukul 18.30 dan dimakamkan malam itu juga. Tumor yang ganas itu tampaknya telah dipilihkan oleh Allah SWT sebagai jalan bagi datangnya maut bagi guru bersahaja dan mulia ini. Insya Allah, akhir yang baik buat Pak Tjandra.
Saya menyimpan rasa bersalah yang dalam, karena tak sempat mewujudkan niat untuk bertemu dengannya. Minggu subuh saya berangkat ke Pontianak untuk suatu acara kegiatan sains. Rencana saya sesudah itu saya akan menjenguk Pak Tjandra. Tetapi takdir menghendaki yang lain.
Baik, biarlah rasa bersalah itu saya tebus dengan terus melanjutkan apa yang beliau telah lakukan, bersama para guru di seluruh Indonesia. Sebuah Indonesia yang maju dan jaya, adalah imbalan yang pantas bagi perjuangan yang telah dilakukan oleh para guru semacam Pak Tjandra.
Beberapa teman sudah bersedia menuliskan biografi beliau. Semoga segera terbit dan menginspirasi banyak guru di seluruh penjuru.
Saya tak sanggup menuliskan apa-apa lagi . Selamat Jalan, Bapak....
Sabtu, 13 Desember 2008
Melipat Kertas, Menggapai Matahari
Tulisan ini diinspirasikan dari puisi karya seorang guru, Wes Magee
Tebal selembar kertas biasa kira-kira 0.15 mm.
Jika dilipat 6 kali, tebalnya menjadi sekitar 1 cm kurang sedikit.
Dilipat 15 kali tebalnya hampir mencapai 5 meter
Kalau dilipat 26 kali tebalnya sudah lebih dari 10 km
Kalau dilipat 43 tebalnya sudah melebihi jarak Bumi ke Bulan
Pada lipatan ke 50, bahkan seorang anak kecilpun bisa dengan mudah menggapai matahari
Sayang di sayang, semua jenis kertas, seberapa besarpun ia, tak bisa pernah dilipat lebih dari 8 kali
Tebal selembar kertas biasa kira-kira 0.15 mm.
Jika dilipat 6 kali, tebalnya menjadi sekitar 1 cm kurang sedikit.
Dilipat 15 kali tebalnya hampir mencapai 5 meter
Kalau dilipat 26 kali tebalnya sudah lebih dari 10 km
Kalau dilipat 43 tebalnya sudah melebihi jarak Bumi ke Bulan
Pada lipatan ke 50, bahkan seorang anak kecilpun bisa dengan mudah menggapai matahari
Sayang di sayang, semua jenis kertas, seberapa besarpun ia, tak bisa pernah dilipat lebih dari 8 kali
Langganan:
Postingan (Atom)