Eksperimen cairan sensi ditayangkan di Program Cerita Anak yang ditayangkan pada tanggal 1 Maret 2009. Videonya dapat ditonton di sini : http://www.transanak.co.id/id/nontonyuk.php?id=481
Pada tayangan itu Profesor Lebay memeragakan sebuah cairan biru yang berubah menjadi kuning setelah diledeki habis-habisan. Apakah cairan itu memang benar-benar punya perasaan sehingga berubah warna setelah diledeki? Tentu saja tidak.
Cairan sensi itu berisikan larutan indikator Bromothymolblue (BTB) di dalam larutan yang sedikit basa. Dalam kondisi ini, warnanya biru. Selama diledeki, gas karbondioksida dari nafas yang dihembuskan bereaksi dengan air dan membentuk asam karbonat (H2CO3). Kehadiran asam ini membuat kondisi larutan menjadi sedikit asam dan BTB berubah menjadi kuning.
BTB dapat dibeli di toko-toko kimia yang besar, atau kalau mau lebih mudah klik saja : http://sciencesupershop.com/index.php?main_page=product_info&cPath=68&products_id=188.
Jangan lupa tonton terus cerita anak ya. Pada episode tanggal 15 Maret Profesor Lebay akan membuat semburan naga yang dahsyat.
RUMAH SAINS ILMA
Jalan TPU Parakan No. 148
Pamulang - Tangerang Selatan
Banten
Telp. 021-32042545
- akan tiba saatnya berpikir ilmiah menjadi budaya bangsa ini
Pamulang - Tangerang Selatan
Banten
Telp. 021-32042545
- akan tiba saatnya berpikir ilmiah menjadi budaya bangsa ini
Petuah Minggu Ini :
"Obat penawar terbaik dari segala jenis kegagalan adalah : coba lagi"
- tak ingat, siapa yang pertama kali menyampaikan petuah ini
- tak ingat, siapa yang pertama kali menyampaikan petuah ini
Senin, 09 Maret 2009
Senin, 02 Maret 2009
- dan Begitulah Hidup....Gasing Yang Berputar
Gasing sederhana dapat dibuat dengan mudah. Guntinglah karton sehingga membentuk lingkaran, kira-kira berdiameter 2 senti. Lubangi bagian tengahnya dan selipkan potongan tusuk gigi. Selesai.
Putarlah, maka gasing berputar dengan bertumpu pada ujung tusuk gigi. Gesekan antara ujung gasing dengan permukaan lantai atau meja akan memperlambat putaran. Sampai akhirnya gasing dan gravitasi membuatnya rebah.
Benda yang berputar akan mendapatkan gaya keluar yang melawan gaya gravitasi. Namanya gaya sentrifugal. Gaya inilah yang membuat bulan tetap pada garis edarnya dan tak terjerembab ke Bumi.
Begitu pula hidup. Jika Anda dan saya membiarkan gesekan hidup memperlambat putaran maka kita akan berhenti suatu saat nanti. Roboh. Maka bergeraklah terus. Berusahalah terus. Semakin besar gesekan berupa kesulitan-kesulitan, semakin cepat pula kita bergerak. Semakin gencar pikiran dan perasaan negatif yang membuat Anda ingin berhenti, semakin gencar pula Anda menimpalinya dengan rasa berdaya, optimisme, keyakinan, dan doa.
Putarlah, maka gasing berputar dengan bertumpu pada ujung tusuk gigi. Gesekan antara ujung gasing dengan permukaan lantai atau meja akan memperlambat putaran. Sampai akhirnya gasing dan gravitasi membuatnya rebah.
Benda yang berputar akan mendapatkan gaya keluar yang melawan gaya gravitasi. Namanya gaya sentrifugal. Gaya inilah yang membuat bulan tetap pada garis edarnya dan tak terjerembab ke Bumi.
Begitu pula hidup. Jika Anda dan saya membiarkan gesekan hidup memperlambat putaran maka kita akan berhenti suatu saat nanti. Roboh. Maka bergeraklah terus. Berusahalah terus. Semakin besar gesekan berupa kesulitan-kesulitan, semakin cepat pula kita bergerak. Semakin gencar pikiran dan perasaan negatif yang membuat Anda ingin berhenti, semakin gencar pula Anda menimpalinya dengan rasa berdaya, optimisme, keyakinan, dan doa.
Jumat, 27 Februari 2009
Menyesal Juga Saya
Menyesal juga saya tak cukup meluangkan waktu untuk membaca buku-buku sains yang beredar di Indonesia, khususnya yang terjemahan. Ternyata setelah saya baca-baca beberapa buku itu, saya menjumpai sejumlah kesalahan yang mengganggu, mendasar dan boleh jadi membingungkan. Boleh jadi kesalahan itu merupakan kesalahan terjemahan, boleh jadi juga memang sudah dari aslinya salah.
Satu kesalahan yang baru saja saya temukan sore ini terdapat pada buku 3 Menit Belajar Pengetahuan Umum Seri Iklim, Uji Coba, Fakta Unik terbitan BIP tahun 2006 (terjemahan dari Korea). Pada halaman 87 dicantumkan eksperimen sains menulis pesan rahasia. Saya kutipkan :
"Tulislah sesuatu dengan cuka atau air lemon di kertas, lalu keringkan. Jika kertas tersebut dipanaskan dengan lampu alkohol, tulisannya perlahan-lahan akan kelihatan. Fenomena ini terjadi karena asam sitrat di dalam cuka dan lemon...."
Ini sangatlah mendasar. Asam pada cuka bukanlah asam sitrat, melainkan asam asetat (acetic acid).
Lalu yang amat sering terjadi (tapi tidaklah separah kesalahan yang saya paparkan terdahulu) adalah hasil terjemahan yang membingungkan. Tak mudah dipahami.
Saya kutipkan dari buku yang sama, halaman 61 (tentang eksperimen mengangkat es dengan benang)
"...Semakin banyak garam yang ditaburkan di atasnya, proses ini menjadi makin cepat. Tetapi bila garam yang ditaburkan hanya sedikit, es akan mencair, namun kekentalan garam menjadi tipis sehingga titik beku kembali naik dan menjadi es kembali. Saat itu, benang juga ikut membeku"
Bisakah ini dimengerti? Bagi saya, tidak.
Ini sedikit contoh saja. Pada buku yang sama, saya masih menemukan beberapa kerancuan dan juga kesalahan ilmiah. Mudah-mudahan para penerbit lebih berhati-hati lagi di dalam menerbitkan buku-buku sains terjemahan ini
Satu kesalahan yang baru saja saya temukan sore ini terdapat pada buku 3 Menit Belajar Pengetahuan Umum Seri Iklim, Uji Coba, Fakta Unik terbitan BIP tahun 2006 (terjemahan dari Korea). Pada halaman 87 dicantumkan eksperimen sains menulis pesan rahasia. Saya kutipkan :
"Tulislah sesuatu dengan cuka atau air lemon di kertas, lalu keringkan. Jika kertas tersebut dipanaskan dengan lampu alkohol, tulisannya perlahan-lahan akan kelihatan. Fenomena ini terjadi karena asam sitrat di dalam cuka dan lemon...."
Ini sangatlah mendasar. Asam pada cuka bukanlah asam sitrat, melainkan asam asetat (acetic acid).
Lalu yang amat sering terjadi (tapi tidaklah separah kesalahan yang saya paparkan terdahulu) adalah hasil terjemahan yang membingungkan. Tak mudah dipahami.
Saya kutipkan dari buku yang sama, halaman 61 (tentang eksperimen mengangkat es dengan benang)
"...Semakin banyak garam yang ditaburkan di atasnya, proses ini menjadi makin cepat. Tetapi bila garam yang ditaburkan hanya sedikit, es akan mencair, namun kekentalan garam menjadi tipis sehingga titik beku kembali naik dan menjadi es kembali. Saat itu, benang juga ikut membeku"
Bisakah ini dimengerti? Bagi saya, tidak.
Ini sedikit contoh saja. Pada buku yang sama, saya masih menemukan beberapa kerancuan dan juga kesalahan ilmiah. Mudah-mudahan para penerbit lebih berhati-hati lagi di dalam menerbitkan buku-buku sains terjemahan ini
Kamis, 26 Februari 2009
Cairan Sensi dan Telapak Tangan Super
Ada 2 keajaiban sebentar lagi. Yang satu tentang sejenis cairan yang memberikan respons ketika diledek. Yang satunya lagi tentang telapak tangan super yang dapat memecah balon hanya dengan menyentuhnya. Mistik atau sihir? Tentu saja tidak. Ini sains.
Ajak anak-anak dan para siswa untuk menyaksikan tayangannya dan menemukannya jawabannya di Cerita Anak Trans TV, minggu 1 Maret 2009 atau 8 Maret 2009 pukul 7.30-8.00. Ayo dukung program televisi yang bernilai edukasi dengan menjadi pemirsa setianya, mengritisinya supaya menjadi lebih baik.
Khusus telapak tangan super. Bagi teman-teman yang sudah pernah ikut workshop sains saya tentu senyum-senyum saja.
Kedua eksperimen ini akan saya postingkan terpisah
Ajak anak-anak dan para siswa untuk menyaksikan tayangannya dan menemukannya jawabannya di Cerita Anak Trans TV, minggu 1 Maret 2009 atau 8 Maret 2009 pukul 7.30-8.00. Ayo dukung program televisi yang bernilai edukasi dengan menjadi pemirsa setianya, mengritisinya supaya menjadi lebih baik.
Khusus telapak tangan super. Bagi teman-teman yang sudah pernah ikut workshop sains saya tentu senyum-senyum saja.
Kedua eksperimen ini akan saya postingkan terpisah
Profesor Lebay
Beberapa waktu yang lalu saya diminta untuk secara rutin memberikan ide percobaan sains untuk segmen baru pada program Cerita Anak yang biasa ditayangkan Trans TV setiap minggu, pukul 7.30-8.00 pagi. Tujuannya agar tayangan yang sudah edukatif itu menjadi lebih menarik dan lebih edukatif lagi. Pada segmen ini akan tampil sesosok "ilmuwan" yang berjulukan Profesor Lebay.
Syuting pertama untuk 2 episode berlangsung tanggal 10 Februari 2009 berlokasi di Rumah Sains Ilma, Pamulang. Anak-anak yang tampil sebagai kawan Profesor adalah anak-anak dari dusun di sekitar Rumah Sains Ilma yang sama sekali tak akrab dengan kamera. Tentu saja, kenyataan ini membuat pengambilan gambar berlangsung tidak gampang. Akhirnya, hasilnyapun harus diakui tidak maksimal.
Episode pertama menampilkan eksperimen tentang kelembaman (inersia). Eksperimen ini akan saya postingkan terpisah. Episode kedua menampilkan eksperimen tentang konduktor-isolator listrik.
Saya tidak tahu apakah segmen ini akan mendapatkan respons yang baik. Semoga saja.
Syuting pertama untuk 2 episode berlangsung tanggal 10 Februari 2009 berlokasi di Rumah Sains Ilma, Pamulang. Anak-anak yang tampil sebagai kawan Profesor adalah anak-anak dari dusun di sekitar Rumah Sains Ilma yang sama sekali tak akrab dengan kamera. Tentu saja, kenyataan ini membuat pengambilan gambar berlangsung tidak gampang. Akhirnya, hasilnyapun harus diakui tidak maksimal.
Episode pertama menampilkan eksperimen tentang kelembaman (inersia). Eksperimen ini akan saya postingkan terpisah. Episode kedua menampilkan eksperimen tentang konduktor-isolator listrik.
Saya tidak tahu apakah segmen ini akan mendapatkan respons yang baik. Semoga saja.
Jumat, 06 Februari 2009
Hampir 6 Tahun Yang Lalu
Mei 2003, setelah mendapatkan "sebuah kata ya yang mengandung perih" dari ibu dan istri, saya memutuskan keluar dari posisi saya yang nyaman di sebuah perusahaan makanan untuk memulai "mencangkul sebidang lahan kering", yakni membantu memajukan pembelajaran sains di Indonesia dengan cara yang menyenangkan. Beberapa teman mengatakan saya gila, mengorbankan banyak kenyamanan. Sebagian yang kenal sangat dekat saat di kampus bilang, bahwa saya dari dulu memang begitu. Keras kepala. Keluarga saya terdiam. Istri saya mencoba menentramkan diri atas pilihan saya itu : "kami masih bisa hidup dari gajiku" begitu kira-kira pikirnya.
Yang tidak cukup mereka ketahui adalah bahwa saya tidaklah semata-mata mengikuti dorongan hati. Ada hitung-hitungannya, walau tak pandai saya menjabarkannya dalam sebuah dokumen yang disebut "business plan". Mungkin orang menyangka saya nekad, tetapi tidak. Saya berhitung. Saya menakar berbagai kemungkinan Walau bisa saja hitungan saya salah, takaran saya salah.
Di periode-periode awal, tampaknya perkiraan beberapa pihak bahwa ini sekedar "mainan gilanya muzi" mulai mendapatkan pembenaran. Walau mendapatkan peliputan media yang sangat baik, tak banyak rupiah yang bisa dikumpulkan. Tabungan terus terkuras untuk membiayai operasional
Februari 2006, PT Avon Indonesia, tempat istri saya bekerja, menutup operasinya di Indonesia. Artinya, ia di PHK. Ada kemalangan yang patut disyukuri di sini berupa pesangon yang membuat kami bisa punya cadangan untuk beberapa bulan. Walau kemudian muncul kecemasan baru : tidak ada pemasukan rutin yang cukup yang bisa diharapkan. Berapa lama ini akan terus berlangsung? Ternyata, tak lama.
Keadaan mulai menunjukkan warna-warna yang cerah. Istri saya yang sudah bekerja lagi di sebuah perusahaan wadah plastik ternama, memilih untuk berhenti saja. Sepenuhnya mendampingi saya.
Alhamdulillaah, kami memang mulai menuai sedikit demi sedikit. Jangan bandingkan dengan kehidupan ekonomi kami saat bekerja dulu. Masih jauhlah. Akan tetapi, kami sudah bisa mandiri. Jika dulu kami menempati sebuah ruko kontrakan di pinggir jalan raya pamulang yang bising, bergegas dan berdebu, kini kami menempati sebuah lahan yang cukup luas milik sendiri di sebuah dusun, di pamulang juga. Di situlah tempat kami merawat dan membesarkan cita-cita : sebuah Indonesia yang berbudaya ilmiah, inovatif, kreatif.
----
Kisah ini saya ceritakan untuk berbagi, khususnya kepada teman-teman yang sedang menempuh jalan idealisme dan mulai risau dengan "bahan bakar" yang terus terkuras tanpa ada imbangan yang cukup. Apakah bisa berlanjut?
Setiap orang tentu punya kiat masing-masing untuk terus maju. Kalau kami, cuma punya cara berpikir yang sederhana. Terus menginovasikan ikhtiar dan terus memelihara persangkaan baik kami kepada Ia Yang Maha Berkehendak. Insya Allah apa yang hendak kami tuju berlandaskan hamparan niat baik. Mustahil Ia Yang Maha Baik tak memberikan jalan. Sudah. Itu saja.
Ketika ada cabaran (sebagian orang menamakannya sebagai kesulitan) kami berbaik sangka, bahwa itulah jalan yang sedang Allah sediakan agar kami menjadi lebih kuat. Lalu, kami tinjau kembali ikhtiar-ikhtiar kami. Bergerak lagi, di keesokan hari.
Kisah ini sebenarnya panjang. Liku-likunya banyak. Akan tetapi cukuplah sampai setakat ini saja. Mudah-mudahan ada manfaatnya buat teman-teman, baik yang sedang berjuang di sekolah, homeschooling, lembaga-lembaga, atau di tempat berkiprah yang mana saja. Bahwa jika yang sedang kita upayakan adalah kebaikan, maka tentulah ada jalan yang Ia sediakan. Kita hanya perlu berteguh hati untuk menjalaninya.
Yang tidak cukup mereka ketahui adalah bahwa saya tidaklah semata-mata mengikuti dorongan hati. Ada hitung-hitungannya, walau tak pandai saya menjabarkannya dalam sebuah dokumen yang disebut "business plan". Mungkin orang menyangka saya nekad, tetapi tidak. Saya berhitung. Saya menakar berbagai kemungkinan Walau bisa saja hitungan saya salah, takaran saya salah.
Di periode-periode awal, tampaknya perkiraan beberapa pihak bahwa ini sekedar "mainan gilanya muzi" mulai mendapatkan pembenaran. Walau mendapatkan peliputan media yang sangat baik, tak banyak rupiah yang bisa dikumpulkan. Tabungan terus terkuras untuk membiayai operasional
Februari 2006, PT Avon Indonesia, tempat istri saya bekerja, menutup operasinya di Indonesia. Artinya, ia di PHK. Ada kemalangan yang patut disyukuri di sini berupa pesangon yang membuat kami bisa punya cadangan untuk beberapa bulan. Walau kemudian muncul kecemasan baru : tidak ada pemasukan rutin yang cukup yang bisa diharapkan. Berapa lama ini akan terus berlangsung? Ternyata, tak lama.
Keadaan mulai menunjukkan warna-warna yang cerah. Istri saya yang sudah bekerja lagi di sebuah perusahaan wadah plastik ternama, memilih untuk berhenti saja. Sepenuhnya mendampingi saya.
Alhamdulillaah, kami memang mulai menuai sedikit demi sedikit. Jangan bandingkan dengan kehidupan ekonomi kami saat bekerja dulu. Masih jauhlah. Akan tetapi, kami sudah bisa mandiri. Jika dulu kami menempati sebuah ruko kontrakan di pinggir jalan raya pamulang yang bising, bergegas dan berdebu, kini kami menempati sebuah lahan yang cukup luas milik sendiri di sebuah dusun, di pamulang juga. Di situlah tempat kami merawat dan membesarkan cita-cita : sebuah Indonesia yang berbudaya ilmiah, inovatif, kreatif.
----
Kisah ini saya ceritakan untuk berbagi, khususnya kepada teman-teman yang sedang menempuh jalan idealisme dan mulai risau dengan "bahan bakar" yang terus terkuras tanpa ada imbangan yang cukup. Apakah bisa berlanjut?
Setiap orang tentu punya kiat masing-masing untuk terus maju. Kalau kami, cuma punya cara berpikir yang sederhana. Terus menginovasikan ikhtiar dan terus memelihara persangkaan baik kami kepada Ia Yang Maha Berkehendak. Insya Allah apa yang hendak kami tuju berlandaskan hamparan niat baik. Mustahil Ia Yang Maha Baik tak memberikan jalan. Sudah. Itu saja.
Ketika ada cabaran (sebagian orang menamakannya sebagai kesulitan) kami berbaik sangka, bahwa itulah jalan yang sedang Allah sediakan agar kami menjadi lebih kuat. Lalu, kami tinjau kembali ikhtiar-ikhtiar kami. Bergerak lagi, di keesokan hari.
Kisah ini sebenarnya panjang. Liku-likunya banyak. Akan tetapi cukuplah sampai setakat ini saja. Mudah-mudahan ada manfaatnya buat teman-teman, baik yang sedang berjuang di sekolah, homeschooling, lembaga-lembaga, atau di tempat berkiprah yang mana saja. Bahwa jika yang sedang kita upayakan adalah kebaikan, maka tentulah ada jalan yang Ia sediakan. Kita hanya perlu berteguh hati untuk menjalaninya.
Senin, 19 Januari 2009
Penundaan Yang (mudah-mudahan) Menggairahkan
Saya akan mulai dengan permintaan maaf kepada semua teman, kolega, kenalan baru yang sudah memesan buku "Eksperimen Keren dengan Bahan di Supermarket". Penerbitan buku ini tertunda beberapa waktu. Awalnya dikarenakan harga kertas yang tak menentu, akibat krisis global tempo hari. Tetapi kemudian, ada sebab penundaan baru, yaitu keterpesonaan saya pada beberapa temuan baru.
Sembari mempersiapkan buku ini, saya tetap secara berkala mengunjungi supermarket untuk mengeksplorasi ide-ide baru. Selain itu juga tetap melakukan eksperimen-eksperimen di laboratorium kecil saya di rumah, dan tentu saja berselancar di internet.
Hasilnya saya mendapatkan cukup banyak hasil percobaan baru yang membuat saya tergoda untuk sedikit banyak merombak buku. Eksperimen (yang bagi saya) baru itu, rasanya sayang untuk tidak disertakan di buku ini. Di antaranya eksperimen membuat semburan api yang relatif aman dengan hanya menggunakan bahan-bahan yang super mudah. Lalu saya menemukan permen yang diberi zat pewarna makanan yang cukup jarang digunakan. Zat ini bisa berubah-ubah warnanya. Masih ada beberapa lagi yang mencengangkan.
Mudah-mudahan penundaan ini akan menghasilkan karya yang lebih baik. Untuk Anda semua yang telah mengambil peran aktif di dalam membudayakan sains di negeri ini.
Semua yang telah mengonfirmasikan pesanan sudah tercatat untuk mendapatkan diskon 50 % dan hadiah berupa rattle magnet seperti yang sudah dikabarkan sebelumnya.
Sembari mempersiapkan buku ini, saya tetap secara berkala mengunjungi supermarket untuk mengeksplorasi ide-ide baru. Selain itu juga tetap melakukan eksperimen-eksperimen di laboratorium kecil saya di rumah, dan tentu saja berselancar di internet.
Hasilnya saya mendapatkan cukup banyak hasil percobaan baru yang membuat saya tergoda untuk sedikit banyak merombak buku. Eksperimen (yang bagi saya) baru itu, rasanya sayang untuk tidak disertakan di buku ini. Di antaranya eksperimen membuat semburan api yang relatif aman dengan hanya menggunakan bahan-bahan yang super mudah. Lalu saya menemukan permen yang diberi zat pewarna makanan yang cukup jarang digunakan. Zat ini bisa berubah-ubah warnanya. Masih ada beberapa lagi yang mencengangkan.
Mudah-mudahan penundaan ini akan menghasilkan karya yang lebih baik. Untuk Anda semua yang telah mengambil peran aktif di dalam membudayakan sains di negeri ini.
Semua yang telah mengonfirmasikan pesanan sudah tercatat untuk mendapatkan diskon 50 % dan hadiah berupa rattle magnet seperti yang sudah dikabarkan sebelumnya.
Langganan:
Postingan (Atom)