Ada 2 keajaiban sebentar lagi. Yang satu tentang sejenis cairan yang memberikan respons ketika diledek. Yang satunya lagi tentang telapak tangan super yang dapat memecah balon hanya dengan menyentuhnya. Mistik atau sihir? Tentu saja tidak. Ini sains.
Ajak anak-anak dan para siswa untuk menyaksikan tayangannya dan menemukannya jawabannya di Cerita Anak Trans TV, minggu 1 Maret 2009 atau 8 Maret 2009 pukul 7.30-8.00. Ayo dukung program televisi yang bernilai edukasi dengan menjadi pemirsa setianya, mengritisinya supaya menjadi lebih baik.
Khusus telapak tangan super. Bagi teman-teman yang sudah pernah ikut workshop sains saya tentu senyum-senyum saja.
Kedua eksperimen ini akan saya postingkan terpisah
RUMAH SAINS ILMA
Jalan TPU Parakan No. 148
Pamulang - Tangerang Selatan
Banten
Telp. 021-32042545
- akan tiba saatnya berpikir ilmiah menjadi budaya bangsa ini
Pamulang - Tangerang Selatan
Banten
Telp. 021-32042545
- akan tiba saatnya berpikir ilmiah menjadi budaya bangsa ini
Petuah Minggu Ini :
"Obat penawar terbaik dari segala jenis kegagalan adalah : coba lagi"
- tak ingat, siapa yang pertama kali menyampaikan petuah ini
- tak ingat, siapa yang pertama kali menyampaikan petuah ini
Kamis, 26 Februari 2009
Profesor Lebay
Beberapa waktu yang lalu saya diminta untuk secara rutin memberikan ide percobaan sains untuk segmen baru pada program Cerita Anak yang biasa ditayangkan Trans TV setiap minggu, pukul 7.30-8.00 pagi. Tujuannya agar tayangan yang sudah edukatif itu menjadi lebih menarik dan lebih edukatif lagi. Pada segmen ini akan tampil sesosok "ilmuwan" yang berjulukan Profesor Lebay.
Syuting pertama untuk 2 episode berlangsung tanggal 10 Februari 2009 berlokasi di Rumah Sains Ilma, Pamulang. Anak-anak yang tampil sebagai kawan Profesor adalah anak-anak dari dusun di sekitar Rumah Sains Ilma yang sama sekali tak akrab dengan kamera. Tentu saja, kenyataan ini membuat pengambilan gambar berlangsung tidak gampang. Akhirnya, hasilnyapun harus diakui tidak maksimal.
Episode pertama menampilkan eksperimen tentang kelembaman (inersia). Eksperimen ini akan saya postingkan terpisah. Episode kedua menampilkan eksperimen tentang konduktor-isolator listrik.
Saya tidak tahu apakah segmen ini akan mendapatkan respons yang baik. Semoga saja.
Syuting pertama untuk 2 episode berlangsung tanggal 10 Februari 2009 berlokasi di Rumah Sains Ilma, Pamulang. Anak-anak yang tampil sebagai kawan Profesor adalah anak-anak dari dusun di sekitar Rumah Sains Ilma yang sama sekali tak akrab dengan kamera. Tentu saja, kenyataan ini membuat pengambilan gambar berlangsung tidak gampang. Akhirnya, hasilnyapun harus diakui tidak maksimal.
Episode pertama menampilkan eksperimen tentang kelembaman (inersia). Eksperimen ini akan saya postingkan terpisah. Episode kedua menampilkan eksperimen tentang konduktor-isolator listrik.
Saya tidak tahu apakah segmen ini akan mendapatkan respons yang baik. Semoga saja.
Jumat, 06 Februari 2009
Hampir 6 Tahun Yang Lalu
Mei 2003, setelah mendapatkan "sebuah kata ya yang mengandung perih" dari ibu dan istri, saya memutuskan keluar dari posisi saya yang nyaman di sebuah perusahaan makanan untuk memulai "mencangkul sebidang lahan kering", yakni membantu memajukan pembelajaran sains di Indonesia dengan cara yang menyenangkan. Beberapa teman mengatakan saya gila, mengorbankan banyak kenyamanan. Sebagian yang kenal sangat dekat saat di kampus bilang, bahwa saya dari dulu memang begitu. Keras kepala. Keluarga saya terdiam. Istri saya mencoba menentramkan diri atas pilihan saya itu : "kami masih bisa hidup dari gajiku" begitu kira-kira pikirnya.
Yang tidak cukup mereka ketahui adalah bahwa saya tidaklah semata-mata mengikuti dorongan hati. Ada hitung-hitungannya, walau tak pandai saya menjabarkannya dalam sebuah dokumen yang disebut "business plan". Mungkin orang menyangka saya nekad, tetapi tidak. Saya berhitung. Saya menakar berbagai kemungkinan Walau bisa saja hitungan saya salah, takaran saya salah.
Di periode-periode awal, tampaknya perkiraan beberapa pihak bahwa ini sekedar "mainan gilanya muzi" mulai mendapatkan pembenaran. Walau mendapatkan peliputan media yang sangat baik, tak banyak rupiah yang bisa dikumpulkan. Tabungan terus terkuras untuk membiayai operasional
Februari 2006, PT Avon Indonesia, tempat istri saya bekerja, menutup operasinya di Indonesia. Artinya, ia di PHK. Ada kemalangan yang patut disyukuri di sini berupa pesangon yang membuat kami bisa punya cadangan untuk beberapa bulan. Walau kemudian muncul kecemasan baru : tidak ada pemasukan rutin yang cukup yang bisa diharapkan. Berapa lama ini akan terus berlangsung? Ternyata, tak lama.
Keadaan mulai menunjukkan warna-warna yang cerah. Istri saya yang sudah bekerja lagi di sebuah perusahaan wadah plastik ternama, memilih untuk berhenti saja. Sepenuhnya mendampingi saya.
Alhamdulillaah, kami memang mulai menuai sedikit demi sedikit. Jangan bandingkan dengan kehidupan ekonomi kami saat bekerja dulu. Masih jauhlah. Akan tetapi, kami sudah bisa mandiri. Jika dulu kami menempati sebuah ruko kontrakan di pinggir jalan raya pamulang yang bising, bergegas dan berdebu, kini kami menempati sebuah lahan yang cukup luas milik sendiri di sebuah dusun, di pamulang juga. Di situlah tempat kami merawat dan membesarkan cita-cita : sebuah Indonesia yang berbudaya ilmiah, inovatif, kreatif.
----
Kisah ini saya ceritakan untuk berbagi, khususnya kepada teman-teman yang sedang menempuh jalan idealisme dan mulai risau dengan "bahan bakar" yang terus terkuras tanpa ada imbangan yang cukup. Apakah bisa berlanjut?
Setiap orang tentu punya kiat masing-masing untuk terus maju. Kalau kami, cuma punya cara berpikir yang sederhana. Terus menginovasikan ikhtiar dan terus memelihara persangkaan baik kami kepada Ia Yang Maha Berkehendak. Insya Allah apa yang hendak kami tuju berlandaskan hamparan niat baik. Mustahil Ia Yang Maha Baik tak memberikan jalan. Sudah. Itu saja.
Ketika ada cabaran (sebagian orang menamakannya sebagai kesulitan) kami berbaik sangka, bahwa itulah jalan yang sedang Allah sediakan agar kami menjadi lebih kuat. Lalu, kami tinjau kembali ikhtiar-ikhtiar kami. Bergerak lagi, di keesokan hari.
Kisah ini sebenarnya panjang. Liku-likunya banyak. Akan tetapi cukuplah sampai setakat ini saja. Mudah-mudahan ada manfaatnya buat teman-teman, baik yang sedang berjuang di sekolah, homeschooling, lembaga-lembaga, atau di tempat berkiprah yang mana saja. Bahwa jika yang sedang kita upayakan adalah kebaikan, maka tentulah ada jalan yang Ia sediakan. Kita hanya perlu berteguh hati untuk menjalaninya.
Yang tidak cukup mereka ketahui adalah bahwa saya tidaklah semata-mata mengikuti dorongan hati. Ada hitung-hitungannya, walau tak pandai saya menjabarkannya dalam sebuah dokumen yang disebut "business plan". Mungkin orang menyangka saya nekad, tetapi tidak. Saya berhitung. Saya menakar berbagai kemungkinan Walau bisa saja hitungan saya salah, takaran saya salah.
Di periode-periode awal, tampaknya perkiraan beberapa pihak bahwa ini sekedar "mainan gilanya muzi" mulai mendapatkan pembenaran. Walau mendapatkan peliputan media yang sangat baik, tak banyak rupiah yang bisa dikumpulkan. Tabungan terus terkuras untuk membiayai operasional
Februari 2006, PT Avon Indonesia, tempat istri saya bekerja, menutup operasinya di Indonesia. Artinya, ia di PHK. Ada kemalangan yang patut disyukuri di sini berupa pesangon yang membuat kami bisa punya cadangan untuk beberapa bulan. Walau kemudian muncul kecemasan baru : tidak ada pemasukan rutin yang cukup yang bisa diharapkan. Berapa lama ini akan terus berlangsung? Ternyata, tak lama.
Keadaan mulai menunjukkan warna-warna yang cerah. Istri saya yang sudah bekerja lagi di sebuah perusahaan wadah plastik ternama, memilih untuk berhenti saja. Sepenuhnya mendampingi saya.
Alhamdulillaah, kami memang mulai menuai sedikit demi sedikit. Jangan bandingkan dengan kehidupan ekonomi kami saat bekerja dulu. Masih jauhlah. Akan tetapi, kami sudah bisa mandiri. Jika dulu kami menempati sebuah ruko kontrakan di pinggir jalan raya pamulang yang bising, bergegas dan berdebu, kini kami menempati sebuah lahan yang cukup luas milik sendiri di sebuah dusun, di pamulang juga. Di situlah tempat kami merawat dan membesarkan cita-cita : sebuah Indonesia yang berbudaya ilmiah, inovatif, kreatif.
----
Kisah ini saya ceritakan untuk berbagi, khususnya kepada teman-teman yang sedang menempuh jalan idealisme dan mulai risau dengan "bahan bakar" yang terus terkuras tanpa ada imbangan yang cukup. Apakah bisa berlanjut?
Setiap orang tentu punya kiat masing-masing untuk terus maju. Kalau kami, cuma punya cara berpikir yang sederhana. Terus menginovasikan ikhtiar dan terus memelihara persangkaan baik kami kepada Ia Yang Maha Berkehendak. Insya Allah apa yang hendak kami tuju berlandaskan hamparan niat baik. Mustahil Ia Yang Maha Baik tak memberikan jalan. Sudah. Itu saja.
Ketika ada cabaran (sebagian orang menamakannya sebagai kesulitan) kami berbaik sangka, bahwa itulah jalan yang sedang Allah sediakan agar kami menjadi lebih kuat. Lalu, kami tinjau kembali ikhtiar-ikhtiar kami. Bergerak lagi, di keesokan hari.
Kisah ini sebenarnya panjang. Liku-likunya banyak. Akan tetapi cukuplah sampai setakat ini saja. Mudah-mudahan ada manfaatnya buat teman-teman, baik yang sedang berjuang di sekolah, homeschooling, lembaga-lembaga, atau di tempat berkiprah yang mana saja. Bahwa jika yang sedang kita upayakan adalah kebaikan, maka tentulah ada jalan yang Ia sediakan. Kita hanya perlu berteguh hati untuk menjalaninya.
Senin, 19 Januari 2009
Penundaan Yang (mudah-mudahan) Menggairahkan
Saya akan mulai dengan permintaan maaf kepada semua teman, kolega, kenalan baru yang sudah memesan buku "Eksperimen Keren dengan Bahan di Supermarket". Penerbitan buku ini tertunda beberapa waktu. Awalnya dikarenakan harga kertas yang tak menentu, akibat krisis global tempo hari. Tetapi kemudian, ada sebab penundaan baru, yaitu keterpesonaan saya pada beberapa temuan baru.
Sembari mempersiapkan buku ini, saya tetap secara berkala mengunjungi supermarket untuk mengeksplorasi ide-ide baru. Selain itu juga tetap melakukan eksperimen-eksperimen di laboratorium kecil saya di rumah, dan tentu saja berselancar di internet.
Hasilnya saya mendapatkan cukup banyak hasil percobaan baru yang membuat saya tergoda untuk sedikit banyak merombak buku. Eksperimen (yang bagi saya) baru itu, rasanya sayang untuk tidak disertakan di buku ini. Di antaranya eksperimen membuat semburan api yang relatif aman dengan hanya menggunakan bahan-bahan yang super mudah. Lalu saya menemukan permen yang diberi zat pewarna makanan yang cukup jarang digunakan. Zat ini bisa berubah-ubah warnanya. Masih ada beberapa lagi yang mencengangkan.
Mudah-mudahan penundaan ini akan menghasilkan karya yang lebih baik. Untuk Anda semua yang telah mengambil peran aktif di dalam membudayakan sains di negeri ini.
Semua yang telah mengonfirmasikan pesanan sudah tercatat untuk mendapatkan diskon 50 % dan hadiah berupa rattle magnet seperti yang sudah dikabarkan sebelumnya.
Sembari mempersiapkan buku ini, saya tetap secara berkala mengunjungi supermarket untuk mengeksplorasi ide-ide baru. Selain itu juga tetap melakukan eksperimen-eksperimen di laboratorium kecil saya di rumah, dan tentu saja berselancar di internet.
Hasilnya saya mendapatkan cukup banyak hasil percobaan baru yang membuat saya tergoda untuk sedikit banyak merombak buku. Eksperimen (yang bagi saya) baru itu, rasanya sayang untuk tidak disertakan di buku ini. Di antaranya eksperimen membuat semburan api yang relatif aman dengan hanya menggunakan bahan-bahan yang super mudah. Lalu saya menemukan permen yang diberi zat pewarna makanan yang cukup jarang digunakan. Zat ini bisa berubah-ubah warnanya. Masih ada beberapa lagi yang mencengangkan.
Mudah-mudahan penundaan ini akan menghasilkan karya yang lebih baik. Untuk Anda semua yang telah mengambil peran aktif di dalam membudayakan sains di negeri ini.
Semua yang telah mengonfirmasikan pesanan sudah tercatat untuk mendapatkan diskon 50 % dan hadiah berupa rattle magnet seperti yang sudah dikabarkan sebelumnya.
Senin, 12 Januari 2009
Tantangan Bagi Jiwa Muda
Hingga hari ini, ribuan anak bermain dan bersenang-senang dengan sains di banyak sekolah. Menjadi bibit yang tumbuh subur untuk kelak menjadi generasi Indonesia yang kreatif, inovatif dan inventif. Tapi, masih ada jutaan anak yang belum menikmati serunya sains. Cakrawala ilma, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pembelajaran sains yang menyenangkan dengan jangkauan terluas di Indonesia, bertekad untuk merangkul semua anak Indonesia dalam sebuah rumah sains yang hangat, inspiratif dan menyenangkan. Untuk mewujudkan tekad besar itu kami mencari sosok pribadi yang menyukai tantangan, imajinatif, menyenangi dunia anak, ceria dan tangguh.
1.Fasilitator Sains (Fisika, Kimia, Biologi – 5 orang)
Untuk posisi ini Anda harus berusia di bawah 28 tahun, sarjana MIPA atau jurusan IPA lainnya, mempunyai kapasitas yang besar untuk menyerap pengetahuan yang luas dan berkemampuan nalar yang kuat, serta pembelajar yang cepat dan akurat. Anda bertugas memfasilitasi anak-anak bermain sains, menyediakan alat dan bahan eksperimen, menemukan eksperimen-eksperimen baru dan memodifikasi eksperimen-eksperimen lama. Seringkali Anda harus bekerja dengan inisiatif sendiri, dan dengan tenggat yang ketat.
2.Sales and Marketing Executive (2 orang)
Untuk posisi ini Anda harus berusia di bawah 28 tahun, sarjana dari semua jurusan, mempunyai semangat besar untuk mencapai target yang tinggi, dapat dipercaya dan bertanggung jawab, serta mempunyai mobilitas yang tinggi. Tugas Anda adalah seperti anak panah yang melesat menancapkan manfaat ilma ke segala penjuru, membangun kerjasama mutualistis dengan sekolah, perusahaan swasta, lembaga, organisasi masyarakat dan konsumen umum. Anda haruslah perencana yang efektif dan efisien, sekaligus eksekutor yang cekatan dan luwes. Kecerdasan untuk berpikir lateral merupakan nilai tambah yang amat dipertimbangkan
Kirimkan segera CV Anda melalui e-mail ke eva.nurnisya@yahoo.com.sg
1.Fasilitator Sains (Fisika, Kimia, Biologi – 5 orang)
Untuk posisi ini Anda harus berusia di bawah 28 tahun, sarjana MIPA atau jurusan IPA lainnya, mempunyai kapasitas yang besar untuk menyerap pengetahuan yang luas dan berkemampuan nalar yang kuat, serta pembelajar yang cepat dan akurat. Anda bertugas memfasilitasi anak-anak bermain sains, menyediakan alat dan bahan eksperimen, menemukan eksperimen-eksperimen baru dan memodifikasi eksperimen-eksperimen lama. Seringkali Anda harus bekerja dengan inisiatif sendiri, dan dengan tenggat yang ketat.
2.Sales and Marketing Executive (2 orang)
Untuk posisi ini Anda harus berusia di bawah 28 tahun, sarjana dari semua jurusan, mempunyai semangat besar untuk mencapai target yang tinggi, dapat dipercaya dan bertanggung jawab, serta mempunyai mobilitas yang tinggi. Tugas Anda adalah seperti anak panah yang melesat menancapkan manfaat ilma ke segala penjuru, membangun kerjasama mutualistis dengan sekolah, perusahaan swasta, lembaga, organisasi masyarakat dan konsumen umum. Anda haruslah perencana yang efektif dan efisien, sekaligus eksekutor yang cekatan dan luwes. Kecerdasan untuk berpikir lateral merupakan nilai tambah yang amat dipertimbangkan
Kirimkan segera CV Anda melalui e-mail ke eva.nurnisya@yahoo.com.sg
Sabtu, 10 Januari 2009
Apakah Ada Logam Yang Terapung Di Air?
Umumnya kita mengira bahwa logam adalah unsur yang berat. Jadi, pastilah tenggelam di air. Kebanyakan logam memang begitu. Akan tetapi, ada 3 jenis logam yang terapung di air.
Yang pertama adalah Natrium. Massa jenis logam ini adalah 0,97 g/ml. Lebih kecil dari massa jenis air yang besarnya 1 g/ml.
Yang kedua adalah Kalium. Logam ini mempunyai massa jenis yang lebih kecil daripada Natrium, yaitu 0,87 g/ml. Ini berarti Kalium juga terapung di atas minyak goreng yang mempunyai massa jenis sekitar 0,92 g/ml.
Yang terakhir, yang memegang rekor sebagai logam paling ringan sejagad raya adalah Lithium. Logam ini mempunyai massa jenis 0,53 g/ml.
Pada tabel periodik unsur-unsur kimia, ketiga logam tersebut berada pada golongan IA. Logam yang berada pada golongan ini dikenal juga dengan sebutan logam alkali. Kesemua logam alkali sangat mudah bereaksi. Jadi, tidak mudah menemukan mereka dalam keadaan bebas.
Yang pertama adalah Natrium. Massa jenis logam ini adalah 0,97 g/ml. Lebih kecil dari massa jenis air yang besarnya 1 g/ml.
Yang kedua adalah Kalium. Logam ini mempunyai massa jenis yang lebih kecil daripada Natrium, yaitu 0,87 g/ml. Ini berarti Kalium juga terapung di atas minyak goreng yang mempunyai massa jenis sekitar 0,92 g/ml.
Yang terakhir, yang memegang rekor sebagai logam paling ringan sejagad raya adalah Lithium. Logam ini mempunyai massa jenis 0,53 g/ml.
Pada tabel periodik unsur-unsur kimia, ketiga logam tersebut berada pada golongan IA. Logam yang berada pada golongan ini dikenal juga dengan sebutan logam alkali. Kesemua logam alkali sangat mudah bereaksi. Jadi, tidak mudah menemukan mereka dalam keadaan bebas.
Rabu, 07 Januari 2009
Suatu Hari Nanti...
Suatu hari nanti saya ingin menulis buku percobaan sains lokal yang bahan-bahannya berasal dari sumber yang mudah diperoleh di masing-masing daerah. Di dalam buku itu disertakan pula kegiatan membuat mainan tradisional beserta penjelasan tentang prinsip sainsnya. Jadi, nantinya akan ada buku percobaan sains Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Tapanuli, Minang, dan bagian Sumatera lainnya, Banten, Jakarta, Sunda, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, seluruh Sulawesi, Bali, seluruh bagian Nusa Tenggara Barat dan Timur, seluruh bagian Maluku dan Maluku Utara, seluruh wilayah Papua. Semua bagian Indonesia.
Misalkan di Kepulauan Riau ada percobaan sains dengan menggunakan buah kemunting, di Jawa Tengah percobaan dengan menggunakan buah duwet (juwet) dan di Jakarta percobaan dengan menggunakan kembang teleng. Di gunung kidul anak-anak bisa bereksperimen sains dengan menggunakan batu kapur, misalkan. Sebagian bahan yang lain, tentulah masih berasal dari peradaban modern semisal gelas dan botol plastik. Akan tetapi, kekayaan dan kekhasan lokal tetap akan menjadi yang utama. Dengan begitu, percobaan sains benar-benar menjadi sebentuk sosok yang akrab. Percobaan sains akan dapat dinikmati dan dilakukan oleh seluruh anak Indonesia, karena bahannya mudah dan murah, dekat dengan keseharian anak-anak. Merekapun akan tetap mengenal dan bangga akan kekayaan lokal masing-masing daerah.
Kawan-kawan, Bapak dan Ibu guru, mohon sokongan. Bagi yang berminat dan bersemangat, mari bergabung untuk mengerjakan proyek ini. Tahap awal adalah percobaan sains untuk tingkat SD. Sila emailkan kesediaan Bapak dan Ibu. Mudah-mudahan ada Bapak atau Ibu Pejabat di Diknas yang berminat. Kalaupun tidak, tak mengapa. Jalan terus. Soal ditolak Diknas, saya udah pengalamanlah. Mungkin saya tidak bertemu orang yang tepat saja.
Misalkan di Kepulauan Riau ada percobaan sains dengan menggunakan buah kemunting, di Jawa Tengah percobaan dengan menggunakan buah duwet (juwet) dan di Jakarta percobaan dengan menggunakan kembang teleng. Di gunung kidul anak-anak bisa bereksperimen sains dengan menggunakan batu kapur, misalkan. Sebagian bahan yang lain, tentulah masih berasal dari peradaban modern semisal gelas dan botol plastik. Akan tetapi, kekayaan dan kekhasan lokal tetap akan menjadi yang utama. Dengan begitu, percobaan sains benar-benar menjadi sebentuk sosok yang akrab. Percobaan sains akan dapat dinikmati dan dilakukan oleh seluruh anak Indonesia, karena bahannya mudah dan murah, dekat dengan keseharian anak-anak. Merekapun akan tetap mengenal dan bangga akan kekayaan lokal masing-masing daerah.
Kawan-kawan, Bapak dan Ibu guru, mohon sokongan. Bagi yang berminat dan bersemangat, mari bergabung untuk mengerjakan proyek ini. Tahap awal adalah percobaan sains untuk tingkat SD. Sila emailkan kesediaan Bapak dan Ibu. Mudah-mudahan ada Bapak atau Ibu Pejabat di Diknas yang berminat. Kalaupun tidak, tak mengapa. Jalan terus. Soal ditolak Diknas, saya udah pengalamanlah. Mungkin saya tidak bertemu orang yang tepat saja.
Langganan:
Postingan (Atom)